Amora Glandire || Chapter 2 - Eternity in Love Tansee and Eldof

899 Kata
Kerajaan Panddande Dulu, sekitar 2500 tahun yang lalu. Terjadi peristiwa besar di kerajaan Panddande. Nyaris dihukumnya Tansee oleh ratu Alyxa, membuat tetua kerajaan Panddande bingung berbuat apa demi menyelamatkan Tansee dari hukuman sang ratu. Hukuman tersebut dijatuhkan bukan tanpa sebab, ratu Alyxa--ratu kerajaan Zeosza marah besar ketika mendengar kabar bahwa putra tunggalnya meninggal setelah menikah dengan Tansee. Ratu Alyxa beserta beberapa penasihatnya yakin jika meninggalnya Eldof--putra tunggalnya karena kutukan yang dimiliki oleh Tansee. Ratu Alyxa juga menyesal telah membiarkan Eldof dan Tansee menjadi sepasang kekasih. Seharusnya ia melarang dengan keras mengingat kutukan yang ada pada diri Tansee. Ratu Alyxa juga tak habis pikir dengan pernikahan yang dilakukan putranya dan juga Tansee. Siapa dulu yang memulai usulan pernikahan itu? Jika Tansee ia akan marah besar, namun jika putranya ia tak bisa berbuat apa-apa. Akan tetapi hukuman tetap ratu Alyxa berikan, Tansee dipenjarakan diruang bawah tanah kerajaan Zeosza dengan kurun waktu 30 tahun. Sebenarnya hukuman itu akan berjalan seumur hidup, namun datangnya Matceze--keturuan ke 6 Alte dan Helena di kerajaan Zeosza membuat ratu Alyxa mau tak mau harus membebaskan Tansee. Mengingat usianya yang sudah berkepala delapan, ditambah desakan dari Matceze, dengan berat hati ratu Alyxa menyudahi hukuman Tansee. "Sebenarnya aku harus membunuhmu, mengingat nyawa putraku hilang karena dirimu. Nyawa dibayar dengan nyawa Tansee." Saat itu Tansee hanya diam seraya menggenggam erat tangan Matceze, "Maaf yang mulia ratu Alyxa, hilangnya nyawa putramu adalah kesalahannya sendiri." "Dia sudah tahu kutukan yang ada pada diri Tansee, tapi karena cintanya terlalu besar terhadap Tansee, dia melupakan fakta tersebut." Menurut cerita para pelayan kerajaan Zeosza, pelayan yang sering sekali mengantar makanan untuk Tansee diruang bawah tanah, pelayan itu pernah bercerita suatu kisah yang sangat menyentuh hati. Dari ceritanya tersebut, bisa disimpulkan jika yang pelayan itu ceritakan adalah Tansee dan Eldof. The story begins On Air mata Tansee terus berjatuhan membasahi pipinya yang putih, pelayan yang bernama Naise itu hanya diam seraya memperhatikan. Ditangannya sudah ada nampan berisi sepiring makanan dan segelas minuman. Sesekali Tansee menjambak rambutnya sendiri, seolah orang yang tengah frustrasi. "Nona, ini makananmu." "Nona, makanlah." Naise terdiam dan tak memaksa Tansee untuk memakan makanannya. 6 hari berlalu cepat, mulai saat itu Naise sering sekali mengantar makanan untuk Tansee. Dan Tansee pun rupanya mulai sedikit terbiasa dengan kehadiran Naise. Lambat laun Naise menjadi teman mengobrol Tansee, bahkan keduanya mulai dekat seperti sudah saling mengenal sejak lama. Tansee pun sepertinya leluasa menceritakan apa yang tengah dialaminya. Ia merasa Naise adalah orang yang tepat untuk tempat berbagi cerita. Karena Tansee yakin Naise adalah orang baik. "Aku mencintainya, dalam 500 tahun aku hidup, baru sekarang aku merasakan cinta yang begitu kuat dengan Eldof. Aku rasa cintaku hanya terhenti untuknya saja. Mungkin jika nanti aku bersama pria lain, aku pastikan posisinya tak akan menggantikan Eldof dihatiku." "Aku pernah melawan tetua di kerajaan ku, hanya demi Eldof. Saat itu semua anggota kerajaan menentang hubungan ku dan Eldof. Mereka memikirkan bagaimana nasib Eldof jika menjalin hubungan dengan ku, dan mereka mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi." "Hingga beberapa hari setelah aku dan Eldof menjalin hubungan, Eldof keracunan bisa ular, entah bagaimana mungkin dalam minuman Eldof mengandung bisa ular yang mematikan." "Ratu Alyxa tidak tahu, saat itu aku sudah ketakutan. Tapi Eldof bilang kalau belum tentu apa yang terjadi pada dirinya ini adalah karena kutukan yang ada pada diriku." "Hari-hari berikutnya sama, kejadian tak enak selalu menimpa Eldof. Tapi Eldof selalu mengatakan itu bukan karena ku. Sampai suatu hari, Eldof datang padaku dan mengatakan dia akan ikut perang di perbatasan. Perang itu ternyata berlangsung sangat lama, sekitar 7 tahun-an. Bertepatan dengan selesainya perang di perbatasan, aku terkena musibah. Wajahku tersayat belati tajam, saat ikut melawan pasukan kerajaan Marsders. Saat Eldof tahu apa yang terjadi dengan ku, dia rela melakukan apapun sampai wajah ku kembali seperti semua. Apapun dia lakukan, bahkan dia bertengkar hebat dengan ratu Alyxa karena lebih memilih diriku." "Saat itu keadaan semakin kacau. Tetua kerajaan Panddande maupun Zeosza berkerjasama memisahkan diriku dan Eldof dengan berbagai cara. Bahkan aku sempat dipasung di ruang bawah tanah sekitar 2 bulan, dan luka sayatan ku tidak diobati dan membusuk." "Setelah 2 bulan lamanya aku dipasung, aku baru tahu kabar mengenai kondisi Eldof. Pria itu dipaksa menikah dengan salah satu anggota kerajaan seberang. Saat itu hatiku hancur, aku berharap semua ini mimpi karena aku tak sanggup jika semua itu adalah kenyataan." "Lalu apa dalam kerajaan Panddande tidak ada yang mendukung mu? Kenapa mereka membiarkan dirimu dipasung?" Naise bertanya lirih. Tansee tersenyum, "Sejak kepergian ayah dan ibuku, orang yang selalu berada di pihak ku adalah kakak angkat ku, Alte dan juga istrinya Helena. Selanjutnya, anaknya yang merupakan keturunan pertama dan kedua yang juga berada di pihak ku. Selanjutnya mereka sama seperti yang lain, menganggap aku ini pembawa s**l yang harus disingkirkan." "Namun, keturunan ke 6 dari Alte dan Helena, dia adalah orang yang sangat dekat dengan ku. Dia sama seperti ayah dan ibunya, sangat menyayangi ku. Meskipun saat ini usianya masih 5 tahun. Aku yakin, dia akan berada di pihak ku." "Hmm lalu, bagaimana kelanjutan ceritamu dan Eldof?" "Ternyata malamnya dia menyelundup masuk kedalam kerajaan dan membebaskan ku. Tentunya dibantu oleh salah satu orang dalam di kerajaan yang berada di pihak ku." "Saat itu juga, Eldof mengajakku kabur dan menikahi ku dengan paksa. Awalnya aku tak mau, tapi karena keyakinan yang Eldof berikan, aku menuruti permintaannya. Kami menikah dan tak selang beberapa lama, nyawa Eldof hilang. Dia meninggal karena terkena busur panah pemburu yang melenceng." Off
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN