Anna, boleh aku tanya sesuatu?” Anna menatap Jullian dari cermin di depannya. Pria itu tengah mengancingi kemejanya di depan lemari pakaian. “Tentu saja.” jawabnya sambil menyisir rambutnya. “Apa kau merindukan ayahmu?” Anna mengantungkan sisirnya di udara. Lalu membalik tubuhnya yang masih duduk ke arah Jullian. “Kenapa kau bertanya seperti itu?” “Tidak apa- apa. Kau sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku hanya ingin tahu.” Anna menunduk lalu diam sebentar. “Aku sudah lama tidak merasakan kehadiran seorang ayah. Tentu saja aku merindukannya. Terlepas dari sikapnya yang buruk, aku tidak memungkiri aku merindukan sosok seorang ayah.” katanya pelan. Jullian menghampiri Anna dan mengangkat dagunya. “Seandainya ia berubah dan ingin kembali. Kau akan menerimanya?” tanyanya lagi. “Tent

