CHAPTER DELAPAN BELAS

3251 Kata

Selama beberapa menit yang mereka lakukan hanya saling menatap. Jullian mengepalkan tangannya di bawah meja. Siap meluncurkan tinjunya kapanpun ia kelepasan kendali. “Aku minta maaf.” katanya dengan nada bergetar dan sebulir keringat turun di dahinya. Apa dia bilang? Maaf? Bisa dia minta maaf setelah semua yang ia lakukan. b******k. Runtuknya dalam hati. “Kau tahu kau sama saja membunuh anakmu?” Jullian menatap mata cokelat itu dengan tatapan sedingin es. “Apa kau tidak punya otak, hah?” Jullian mengebrak meja. Membuat beberapa pasang mata sukses mendaratkan pandangan ke arahnya. “Kau hanya punya dua pilihan. Melihat anakmu menjadi p*****r atau dibunuh?” Jullian bisa melihat kegetiran dalam raut wajah Cole Carter. Tapi Jullian harus memberitahu dengan siapa Cole Carter berhadapan. Keluarg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN