Ia menutup pintu kamarnya dan bersandar di pintu. Menarik napas panjang dan berusaha mengusir bayang-bayang mata Jullian yang menyebalkan. Aku tidak akan tinggal diam Jullian. Aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya. Anna keluar lebih cepat dari yang ia janjikan lalu menangkap ibunya dan Jullian yang sedang mengobrol asik. “Mom, aku ada urusan. Maaf karena tidak bisa menemanimu bertemu paman.” “Tidak apa-apa. Pergilah.” Lucia Bangun dan mengecup pipi anaknya. “Kabari aku kalau sudah sampai ya.” Lucia mengangguk lalu menatap Jullian. “Kami permisi Mrs. Carter.” katanya sambil tersenyum. “Ke mana ibumu akan pergi?” Jullian masuk ke dalam mobilnya. “Bukan urusanmu.” jawabnya ketus. Roda mobil Jullian berputar menuju pusat perbelanjaan di pusat kota. “Apa kau sudah mengirim ua

