"Jika, memang dijodohkan bersama, tenanglah semua akan baik-baik saja." Waktu berjalan begitu cepatnya. Satu semester menjadi seorang mahasiswa telah dilalui. Dari tugas yang dikerjakan dengan cepat, dosen kiler yang sok benar, sampai gombalan maut terasa hambar menjadi teman menuju impian yang cepat ingin tergapai. Bukan lagi persoalan pribadi, menginjak dewasa diharuskan fokus dengan orang sekitar. Orang tua, sahabat, saudara apalagi kekasih yang menjadi penyemangat, kala orang-orang yang diharapkan mendukung harapan, malah putar balik menolak semua impian. Termasuk Acha dan Devid. Meskipun dalam status pacaran, mereka pula disibukan akan tugas kuliah dan pekerjaan paruh waktu. Di mana Acha sendiri menjadi guru honorer di salah satu Taman Kanak-kanak yang dekat dengan kosannya, sedangk

