"Dekat boleh, tetapi jangan menghakimi, yang dekat menyukai." Langkah Devita cepat memasuki pekarangan rumah Devid yang terlihat bersih tanpa dedaunan dari pohon rindang, berserakan tidak enak dipandang. Dibukanya pintu dengan cepat, mendapati bayangan Dind berada di dapur. Devita langsung menghampiri seraya mencari-cari keberadaan seseorang yang dari kemarin menghindar, semenjak sore disertai hujan, Devid tidak lagi menghubungi. Dinda berbalik, mendapati raut wajah Devita yang mencari-cari. Sudah dipastikan gadis itu akan bertanya Devid di mana dan ia tidak tahu. Tadi pagi, Dinda tidak mendapati Devid di kamarnya. Sudah beres saja kamar bernuansa monokrom itu. Menyisakan parfum yang biasa dikenakan, sedangkan suara motor yang keluar, tidak terdengar. Devita mendekati Dinda, ternyata ibu

