"Yaudah Om nggak papa, mau main sama adik perempuan ini aja." Marco mengangguk dan memilih untuk menuju ruangan kerjanya saja. Rencana membawa Sankara ketempat tersembunyi ia batalkan, dari pada pusing Marco akan lebih dahulu menutup semua pintu rumahnya agar Sankara tidak kabur. Bisa saja ditempat tersembunyi itu Sankara akan terus berteriak lalu tidak mau makan, yang akan repotkan dirinya juga. Sankara yang suka dengan Vina tidak perduli jika belum ada Adam. Sankara rasa bermain dengan perempuan lebih menyenangkan karena cantik. Mereka bermain dengan salah satu pengasuh Vina yang menjaga, terlalu lelah bermain keduanya tertidur di atas karpet. Pengasuh Vina itu langsung mengendong keduanya ke dalam kamar. Pengasuh Vina itu sedikit heran, siapa anak laki-laki ini. Tapi ia sadar tidak p

