Bab 77

1422 Kata

Kia mengambil gelas yang berada di atas meja yang berada di sampingnya, lalu melempar gelas itu dengan kencang hingga mengenai d**a Marco. Aliran darah yang keluar dari d**a pria itu tidak membuat rasa bersalah ada di dalam hati Kia. Itu tidak sebanding dengan penderitaan Kia selama ini. Marco memegang dadanya yang mengeluarkan darah dengan tampang wajah yang sedikit terkejut. Rasa sakit akibat kaca ini tidak sesakit saat ucapan Kia yang terlihat terlalu membencinya. Terlihat sekali Kia sangat terlihat menolak dengan tawarannya barusan. Napas Kia benar-benar sesak ia mencoba untuk menetralkan rasa emosi. Perkataan Marco sungguh membuat Kia bingung sekaligus heran. Ini pasti akan ada rencana yang lebih buruk lagi. Kia sudah tidak bisa percaya dengan Marco, semua kesakitan yang telah Marco

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN