Lady Vega melihat ke segala penjuru arah, dengan perlahan pikirannya tersadar jika ia berada di tempat yang tak semestinya. Kepalanya mendongak menatap langit, tak ada satu pun bintang yang terlihat di sana. Jangankan sang dewi malam, bintang pun tak tampak karena langit terlihat begitu gelap dan sunyi dihiasi awan hitam yang bergerak sangat lambat. Lady Vega, beranjak bangun dan berdiri. Matanya waspada dan berusaha melihat sekelilingnya. Suasana gelap menyelimuti seluruh kawasan tempat Vega memijakkan kaki saat itu. Pohon yang tinggi menjulang seakan saling bergandengan untuk melindungi seisi hutan. Angin berdesir menghempaskan dedaunan kering yang mulai terlepas dari rantingnya. Dingin angin menerpa tubuh Lady Vega hingga membuatnya kedinginan dalam kesunyian. Kaki Vega mulai melangka

