42. Samantha

1181 Kata

Pangeran Marlon mencoba untuk fokus, tapi ternyata kelebatan bayangan hitam itu tampak lagi dan kini semakin banyak. Pangeran Marlon tidak ingin mati penasaran, sehingga ia berteriak di sana. “Tunjukkan wujud aslimu! Aku tidak suka jika kalian menyerangku secara sembunyi-sembunyi!” Pangeran Marlon merasa sangat terganggu dengan kemunculan bayangan itu. Seketika angin berdesir menyapu dedaunan kering, menyibak ranting-ranting pohon yang seakan bersiap menyambut kedatangan Pangeran Marlon. Suasana berubah hening untuk sesaat, sebelum kabut tipis turun memenuhi hutan itu. Pangeran Marlon melihat sekeliling, ia bersiaga jika terjadi penyerangan. Sebab pangeran Marlon mengetahui jika Zorguch tidak ikut bersamanya. Keheningan kini berubah menjadi ketakutan ketika muncul sosok berjubah hitam y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN