Lady Vega masih terperangah. Dia kembali mendongakkan kepala ke arah sumber suara. Matanya menatap tajam seseorang yang ada di hadapannya. “Gama? Kau? Apakah nyata? Atau hanya ada dalam pikiranku saja?” Lady Vega kembali terperangah. “Sudah aku katakan, kalau aku nyata! Kau ini memikirkan apa? Sampai tak bisa membedakan kenyataan dan khayalan!” Putra mahkota Argan memang benar menemui Lady Vega di kedai itu. “Astaga! Kau ini memang benar-benar nyata? Sebab suara dan nada bicaramu sangat nyata! Seperti biasanya!” Vega kembali memakan sup ikan yang sedang dia nikmati di hadapannya. Sebenarnya Lady Vega merasa sangat bahagia dan gugup karena seseorang yang sedari tadi dia pikirkan, sudah berada di hadapannya. Dia tidak menyangka sesuatu yang mustahil untuk bertemu lagi dengan putra mahkot

