Putra mahkota masih memikirkan cara untuk mengelabui Victor hari ini. Ia berjalan mondar-mandir tidak jelas. Hal itu membuat Victor menahan tawa ketika melihat raut wajah putra mahkota yang kebingungan. “Ehm... Hem....” Suara Victor berdehem sambil menunduk dan sesekali melirik ke arah putra mahkota. “Sial! Tampaknya Victor sudah sangat hafal gerak-gerikku! Bagaimana ini? Tenang Argan! Pasti ada jalan keluar!” Putra mahkota Argan melirik balik Victor yang terlihat meledek dengan caranya. Ke mana pun putra mahkota berjalan Victor selalu mengikutinya. Mereka saling diam dan jual mahal untuk mengakui kalau mereka penasaran dengan rahasia mereka masing-masing. “Tumben sekali kamu mengikuti ke mana pun aku berjalan?” Pangeran Argan menoleh ke arah Victor. “Ehem... Maaf yang mulia, aku ada

