Ternyata rico telah melaporkan ke leo bahwa ia sudah berhasil menangkap pelaku yang mengikuti mobil mereka. Setelahnya leo langsung masuk ke dalam ruangan itu dan terdapat 2 org pria yg sdh diikat tangan dan kakinya oleh rico.
"Oh , jd kalian yg telah mengikuti saya , skrg katangan untuk apa kalian mengikuti saya"
Mereka hanya diam dan memandang ke arah bawah
"Tidak mau menjawab ya , rico tolong ambilkan saya pisau kecil dan juga sebuah pakaian" teriak leo
Rico segera mengambilkan benda yang dikatakan oleh leo , sedangkan leo yg menunggunya mulai melihat gerak gerik mereka yg mencurigakan.
“Apa yg kalian katakan hah?!” ucap leo yg melihat mereka membisikkan sesuatu
“Apakah jika kami memberitahu kepada anda , anda akan melepaskan kami?” tanya salah satu org itu
“Tentu saja”
“Baiklah akan kami beri tahu dan tolong jgn mengambil nyawa kami , sebenarnya , yg menyuruh kami adalah tuan liam hyde. Ia menyuruh kami untuk mencari dan mengikuti dmn rmh kalian , setelah itu ia menyuruh kami untuk menangkap kalian berdua”
“Untuk apa?”
“Kami juga tidak tau , kami hanya di tugaskana seperti itu tuan”
Setelah mereka mengatakannya , rico kembali membawa benda yg di suruh leo ambilkan td
“Ini pak pisaunya dan juga baju nya” ucap rico sambil memberikannya kepada leo
Setelah itu leo pun melepaskan ikatan tali mereka.
“Sekarang kalian boleh bebas , tp ingat jgn beritahu kepada siapapun” ucap leo memperingati mereka
Mereka hanya mengangguk lalu berlari keluar menuju ruangan itu.
“Mengapa bapak melepaskan mereka ?” tanya rico
“Saya tidak melepaskan nya , saya hanya sedikit bermain dgn mereka”
Ternyata setelah mereka keluar dari ruangan itu , terdapat sebuah labirin besar di hadapan mereka. Jika mereka ingin lari dr sana , mereka harus berhasil melewati labirin itu.
Labirin itu dulu dibuat oleh leo untuk para korbannya yg ingin kabur dari tempat itu. Didalamnya juga ada beberapa tantangan yang cukup menegangkan hingga dapat membunuh dirimu sendiri. Di Dalam labirin itu juga sudah di pasangkan kamera pengawas di setiap sudut labirin itu.
Setelah itu , leo masuk ke dalam ruang monitor dan melihat dmn kedua org itu skrg. ternyata mereka sedang ingin melewati jembatan yang dibawahnya adalah lava panas dan jika mereka salah menginjak jembatan itu mereka akan terkena tembakan. Jembatan itu hanya terbuat dr sebatang kayu yg panjang dan jika ingin menyebranginya harus mempunyai keseimbangan yg kuat.
Leo yg melihat dr monitornya hanya tersenyum sambil memainkan pisau kecilnya itu dan menunggu kematian mereka.
Setelah berhasil melewati beberapa tantangan di labirin itu , mereka pun sampai di pintu akhir. Karna mereka terlalu senang , mereka pun tidak melihat tanda peringatan yg ditujukan di depan pintu tersebut.
Setelahnya mereka langsung memegang gagang pintu itu dan ……
Drtttttttttt
Salah satu dari mereka hangus terbakar karena sengatan listrik yg cukup kuat. Satunya lg baru melihat peringatan di pintu tersebut dan tak lama kemudian leo masuk ke dalam sana menemui mereka.
"Wah" ternyata hanya kau yg berhasil selamat dr labirin itu" ucap leo memberi selamat kepada salah satu org itu
"Kau sudah gila , bukankah kau sudah berjanji ingin melepaskan kami"
"Memang benar , aku memang ingin melepaskan kalian , tp kalian sdh lari kabur duluan ya sdh"
"Lalu bagaimana dgn nasib rekan ku itu?"
"Ia sudah tak mungkin hidup lagi , maka aku hanya dapat membantumu untuk memakamnya , dan kau apakah kau msh ingin melewati pintu itu , atau ikut dengan ku?"
Lama berfikir , akhirnya org itu mengangguk setuju untuk mengikuti leo dan sesuai janjinya leo pun menunjukan arah jalan keluar yg benar kepadanya dan setelah itu…..
Takkk takkk takkk
Org itu mati , karena tidak melihat terdapat perangkap binatang yg cukup besar di depannya itu.
"Baru saja ke bebaskan , eh malah akhirnya mati juga " ucap leo yg msh didepan pintu sambil melihat org itu mati
"Rico , cari informasi liam hyde dan ap yg sedang di rencana kan olehnya."
"Baik pak"
"Ah , dan juga tolong kamu bereskan mayat itu dan yg di labirin juga. "
"Baik pak" ucap rico lalu berjalan pergi untuk menyelesaikan tugasnya
Setelah itu leo pun pergi dr tempat tersebut dan mampir ke salah satu minimarket yg dekat dgn markasnya.
Sesampainya disana , leo langsung membeli beberapa makanan untuk nya dan lea karna esok ia akan membawa lea jalan" ke suatu tempat.
Selesia membelinya , leo segera kembali ke markasnya. Sesampainya di sana , leo langsung membuka pintu dan...
"Ihhhhh kok lama bgt sih belinya , emg kamu beli dmn sih , udah aku tungguin lama bgt , bikin khawatir aj" marah lea karena menunggu leo yg sangat lama
Leo yg mendengarnya hanya tersenyum lalu mengelus kepala lea.
"Masa suami pulang langsung di marahin sih"
"Ya , habis kamu nya . Yg benar saja , bilangnya cuman sebentar , eh malah hampir 1 jam"
"Iya" maaf ya , habis minimarket yg dekat sini tutup jadi aku harus pergi yg agak jauh yank , maaf ya" bohong leo
"Huh , iya deh aku maafin. Awas aja kamu sampai ngulangin kejadian gini lg" ancam lea
"Okay , nah skrg yuk tdr udh mlm , besok kan mau jalan - jalan" ucap leo sambil menggandeng tangan lea menuju kamar
"Emangnya besok kita akan kemana?" Tanya lea
"Kamu maunya ke mana?"
"Ih , kok tanya balik sih , kan kamu yg ngajakin aku pergi"
"Hehe , udh tenang aj , pokoknya besok kita akan pergi jalan" oke"
"Hmm…"
"Ya udah skrg kamu masuk ke kamar dan tidur"
"Lalu kamu?"
"Aku akan mengurus beberapa barang yg harus kita bawa besok dan setelahnya aku baru tdr"
"Ikut…"
"Gk blh sayang , kamu tidur aj oke , aku gk lama kok janji"
"Bener ya , awas kalau kamu kayak td"
"Iya kalau gitu kamu masuk dulu ya"
Lea hanya mengangguk lalu masuk kedalam kamar. Sedangkan leo ternyata mendapatkan telepon dari rico
“ bagaimana ric”
“Liam ternyata masih mencari keberadaan bapak dengan menyuruh seorang agen spy bernama amellia hill , ia adalah salah satu anggota agen spy terbaik dalam mencari org hilang”
“Lalu ap lagi yg kamu dapat?”
“Liam berencana untuk membunuh bapak sedangkan amel merencanakan untuk membunuh ibu”
“Ap ad lagi?”
“Hanya itu saja pak yg saya dapat”
“Baiklah kalau begitu” ucap leo sambil memutuskan panggilan tlpnya.
Setelahnya , leo segera kembali ke kamar. Sesampainya di kamar , ia melihat lea yg sdh tertidur pulas , dengan perlahan leo berjalan naik ke atas kasur lalu mendekati lea dan mengecup keningnya. Setelahnya ia pun ikut tidur menemui alam mimpinya bersama lea.