“Lo berdua ngapain tadi?” tanya Cecil curiga kepada kedua sahabatnya yang memilih bungkam setelah kejadian di koridor depan kelasnya. Cecil masih menatap Dharma dan Bhanu yang memakan makanannya secara bergantian. Kedua cowok itu tidak menghiraukan Cecil dan memiliih makan saja. “Ih, kok lo pada diem sih? Nggak asyik ah! Ben tadi ngapain?” “Nggak ngapa-ngapain. Paling cuma adu mulut doang nih sama Bhanu si bibir pedes.” Tunjuknya pada Bhanu yang baru saja menggigit cabai gorengannya. “Jadi, anak suka banget ribut. Heran.” “Aduh bang, ngaca juga. Lo pernah mau ngelabrak Ben dulu kalo misalkan Cecil nggak inget sama kita dalam waktu 3 hari.” Cecil dan Dharma mendelik, kaki sahabat cowoknya itu menendang kaki Bhanu hingga ia mengaduh. “Kapan gue ngomong kayak begitu?” Bhanu tak lagi mengi

