“Kak Bhinal!” ketuk dan panggil Bhanu untuk ke lima kalinya pada pintu kamar Bhina yang tak kunjung di buka oleh cowok itu. “Bhina, apaan dah manggil binal-binal!” teriaknya dari dalam dengan galaknya. “Baru mandi, bentar!” serunya karena dia tahu harus mengantar Bhanu sekaligus berangkat pergi ke kampus. “Pinjem buku Neil Gaiman!” balas Bhanu masih dari luar pintu. “Ya, pergi sono! Jangan bikin gue keburu-buru, Nu!” usirnya kepada sang adik yang sedari tadi melirik ke jam dinding mereka karena Bhina terbangun agak telat pagi ini. Sangat menyebalkan, batin Bhanu. Setelah itu, remaja 17 tahun itu turun dengan menenteng sepatunya ke meja makan. “Ma, kok nggak ada sarapan?” tanya kepada sang mama sibuk memasukkan buku-buku dan berkas ke dalam tas. “Maaf ya, Nu. Mama keburu banget in

