Seminggu menjelang ujian aku dan galang semakin giat untuk belajar, sepulang sekolah kami berdua les dan galang tidak henti-hentinya untuk mengajariku belajar.
Galang lelaki yang sangat pintar dan juga teliti saat belajar, dan juga galang sangat pandai dalam berbahasa inggris. Aku sangat menyukainya, menyukai lelaki pintar dan itu adalah galang, kekasihku.
"sayang, ada yang kamu gak ngerti lagi?" tanyanya.
"ngerti kok" jawabku.
"belajar yang rajin ya, biar kamu bisa ngerjain soal-soal ujian nanti. Pokoknya kalau ada yang kamu gak ngerti tanya aku okey?" ucapnya.
"siap boss" aku mengangkat tanganku memberi tanda hormat, dan galang tersenyum lalu sekilas mencium pucuk kepalaku.
Mengapa ia begitu sempurna? Aku mencintainya melebihi apapun, lelaki yang pintar, penuh perhatian, sangat posesif dan aku menyukai itu.
"ini untuk bu bos, karna udah rajin banget belajarnya" ucapnya sambil memberiku es krim.
"waahhh makasih pacarku yang tampan" aku mencium pipinya.
"sama-sama pacarku yang cantik sedunia" jawabnya berlebihan.
"lang, kamu sayang gak sama aku?" tanyaku kemudian.
"sayaaaanggggg banget, kamu sayang gak sama aku?" jawabnya.
"sayang dong"
"sayang aja?" tanyanya.
"sayang banget banget banget lah" ia menatapku dan tersenyum senang.
"terimakasih" wajahnya yang tampan terlihat begitu manis.
"untuk apa?" tanyaku bingung.
"terimakasih telah hadir dan menyayangiku" ucapnya.
Aku hanya tersenyum dan memandangnya, imut sekali sih lelaki didepan ku ini.
"sayang.. " panggilku.
"hmm? " ucapnya yang sedang memakan es krim.
"kalau nanti kita putus gimana?"
"kamu mau putus sama aku?" wajahnya terlihat panik.
"tidak, seandainya saja. Bagaimana?"
"aku akan menjamin kita tidak akan putus, lagipula kamu lupa sama janji kita?"
Aku senang mendengar jawabannya, karena aku sama takutnya tidak ingin kehilangan dirinya.
"aku gak akan pernah lupa sayangku"
"bagus, inget dan tepatin janji kamu ya sayang" ucapnya.
"iya bos" jawabku, dan mencium pipinya.