Setelah satu minggu berlalu, kondisi kesehatan Jendra kembali membaik. Ia tidak memeriksakan sakit di rumah sakit, melainkan ada seorang dokter yang datang secara khusus untuk memantau kondisi pria itu. Dokter itu adalah teman lama Jendra saat mereka tengah menjalani masa kuliah di luar negeri. Dokter tampan dengan name tag Andhika, atau biasa di pangil Dhika, selalu mengomel jika Jendra mulai melupakan kondisi kesehatannya sendiri. “Kamu selalu aja lupa buat konsumsi vitamin yang ini, padahal ini yang penting loh!” omel Dhika. “Tau … kemarin pas aja gitu.” “Pas apaan?” “Pas lupa.” “Heleh … kebiasaan, untung aja aku ada di Surabaya, kalo pas aku di Bali gimana?” “Yo kudu moro!” sahut Jendra dengan suara khas orang Surabaya. [Ya, harus datang!] “Gak perlu pake bahasa planet! Aku Cu

