" Maaf ayah. Lily hanya ingin menyuarakan hati Lily. Dimana Lily sudah capek dengan sikap ayah." ujar Lily
"Dasar anak nggak tahu diri banget yah kamu jadi orang."
Rio pun menghampiri Santi dan meminta dirinya untuk ikut bersamanya. Namun lagi-lagi santi menolak ajakannya tersebut sehingga membuat Rio marah kepada Santi di mana hal itu membuat Rio merasa kecewa karena telah ditolak beberapa kali oleh Santi dan juga Lili. Malah sekarang mereka berdua mulai melupakan dan tidak menganggap diri Rio sebagai keluarga dari mereka berdua di mana itu membuat Rio semakin marah dan juga merasa tidak berguna pasalnya saat Rio sudah mulai tidak ada tempat di hati mereka berdua.
Hendri pun mengusir rio agar dirinya pergi dari sana dan pergi meninggalkan mereka. Tapi Rio masih saja bersujud di kaki Santi, dirinya tidak ingin pergi tanpa Santi dan juga Lili.
Lili pun meminta ayahnya untuk pergi dan tidak mengganggu Mereka lagi karena mereka sudah bahagia tanpa kehadiran dari Rio. jadi walau Rio membelas kasihan dan juga bersujut seperti itu tak akan mengubah hati dan rasa kecewa yang ada di hati Santi dan juga Lili pasalnya rasa kasihan mereka kepada Rio kini sudah tidak ada lagi dan sudah sirna Bahkan mereka menganggap jika Rio sudah mati. Yang kini difokuskan oleh Lili dan juga Santi yaitu menemukan kan Kakaknya Lily yang telah lama hilang. Dimana hal itu bisa membuat lily dan juga Shanti merasa bahagia karena bisa berkumpul dan menemukan kakaknya tersebut. Namun sampai sekarang mereka belum tahu akan keberadaan dari kakaknya tersebut.
Rio pun berusaha mengangkat Santi dari kursi roda dan ingin mengajaknya pergi namun hal itu terburu dicegah oleh Sindi dan Hendry. Hendri berusaha memukuli Rio meskipun wajahnya kini sudah terluka.
karena merasa khawatir dengan keadaan Hendri, yang lain pun ikut membantu mengeroyok Rio sehingga membuat Rio kewalahan dan mundur perlahan.
Rio menepuk kedua tangannya seakan memberi kode kepada seseorang dan tak lama ada tiga orang yang datang menghampiri mereka. Dimana mereka berbadan besar dan juga tinggi selayaknya seorang preman.
Mendengar mereka yang datang Rio pun Mengayunkan kedua tangannya dan ketiga preman tersebut melakukan aksinya yaitu membakar rumah nenek dan kakek. Ketika para preman mulai menyirami rumah tersebut dengan minyak, nenek dan kakek berusaha untuk mencegah kelakuan mereka bertiga dan dan Hendri juga ikut menyelamatkan rumah nenek dan kakek tersebut, namun tenaga preman tersebut sungguh kuat sehingga membuat mereka kewalahan untuk menghadapinya. Ria pun berlari berusaha untuk berteriak minta tolong hingga akhirnya Salah satu dari preman tersebut membuang sebuah korek sehingga membuat rumah nenek dan kakek tersebut terbakar, dan tak lama warga pun mulai datang untuk menyiram rumah nenek dan kakek dengan air berharap agar api cepat padam. Melihat rumah mereka yang sudah terbakar, membuat nenek dan kakek merasa kecewa dan nangis histeris pasalnya hanya itu harta mereka satu-satunya dan sekarang kenangan-kenangan itu sudah purna sekejap saja.
Nenek dan Kakek pun mulai menghampiri Rio dan juga memaki-maki Rio karena telah membuat rumah yang selama ini menjadi harta dan juga kenangan terbesar dari nenek dan kakek tersebut terbakar. Melihat nenek dan kakek yang memarahinya di depan matanya, Rio dengan cepat mendorong mereka berdua. Melihat hal itu Hendri pun tak terima, dirinya mulai memukul Rio dan juga membalas perlakuan Rio yang telah dilakukan kepada Nenek dan Kakek tersebut.
Rio pun pergi bersama preman-preman tersebut. Namun sebagian warga sekitar yang lain ikut menghalangi kepergian mereka karena ingin melaporkan mereka kepada kantor Polisi untuk bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, namun secara perlahan warga pun mulai mundur perlahan karena para preman tersebut mulai menodongkan senjata berupa pisau, jika mereka tetap menghalangi kepergian dari preman-preman tersebut, maka preman tersebut akan membunuh mereka. Mendengar hal itu, warga sekitar pun mulai ketakutan dan juga mundur karena tak berani untuk menahan mereka, namun Hendri berusaha untuk memberi laporan kepada kantor polisi atas apa yang terjadi dan ia mulai merekam semuanya sebagai bukti
Tak lama rumah Nenek dan Kakek pun apinya sudah padam. Namun barang-barang yang di dalam sudah tak lagi bisa diselamatkan, pasalnya rumah tersebut tidak tersebut dari bata melainkan dari kayu biasa, sehingga membuat api cepat merayap dan membakar semuanya.
Melihat rumah yang sekarang dah hangus, Nenek dan Kakek pun Hanya bisa pasrah dan menangis menyaksikan harta milik mereka Sekejap telah pergi meninggalkan mereka berdua.
Hal itu membuat mereka tidak memiliki tempat tinggal. Melihat nenek dan kakek yang sudah lemas terbujur di atas tanah membuat Hendry dan juga Cindy mulai menghampiri mereka berdua dan menawarkan rumah mereka sebagai tempat tinggal untuk nenek dan kakek.
Pasalnya mereka begitu peduli dan juga kasihan kepada nenek dan kakek. Terlebih selama ini mereka menganggap nenek dan kakek sebagai ibu dan ayah mereka sendiri, sehingga mereka tidak tega bila membiarkan nenek dan kakek harus tidur di jalanan.
Mendengar hal itu Nenek dan Kakek pun mulai memeluk mereka berdua dan berterima kasih karena telah memberikan tumpangan kepada mereka tapi mereka berdua pun tidak mau merepotkan Hendri dan juga Cindy.
Mendengar ucapan dari nenek dan kakek tersebut membuat hendry dan Cindy tersenyum tipis karena dia begitu ikhlas untuk Menolong nenek dan kakek ,pasalnya mereka juga sudah dibolehkan numpang ke rumah tersebut dan mereka senang karena bisa berkumpul menjadi satu kembali dan tidak terpisah. Dimana Hal itu membuat Lily dan juga Ria tersenyum manis karena mereka berdua tidak jadi berpisah dan mereka akan selalu tetap bersama.
Untuk malam ini Hendri dan juga Cindy mengajak yang lain untuk tidur di kos yang sebelumnya telah Hendi dan Cindy sewa namun beberapa hari telah mereka tinggalkan karena harus tinggal di rumah nenek dan kakek. di malam itu mereka pun pergi menuju kos untuk beristirahat.
Nenek dan kakek masih saja kepikiran dengan kejadian yang baru saja melandanya yaitu harus kehilangan rumah mereka satu-satunya Dimana hal itu membuat mereka begitu sedih dan kecewa atas kejadian yang telah menimpa mereka berdua barusan. Dan mereka tidak pernah membayangkan jika rumahnya tersebut harus hilang terbakar apalagi karena disengaja oleh orang lain.
Santi pun meminta maaf kepada nenek dan kakek atas perbuatan Rio yang telah membakar rumah nenek dan kakek di mana membuat kecewa mereka berdua dan Santi juga berjanji akan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut dan dirinya ingin sekali bisa sembuh agar dia bisa bekerja untuk membayar dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut. Namun nenek dan kakek menggelengkan kepala sembari memeluk Santi pasalnya itu bukan perbuatan maupun kesalahan dari Santi, jadi dirinya tidak perlu sedih apalagi minta maaf pada mereka berdua.