Sebuah kecupan lembut nan dingin membangunkan Rania dari tidur lelapnya, ia membuka mata perlahan menemukan suaminya menunduk dengan air yang menetes dari sela rambut. Rania sedikit menggeliat, menatap ke arah jendela yang masih tertutup kemudian menatap ke arah suaminya lagi. ”Mas udah bangun, jam berapa ini?” Ia bertanya, suaranya serak karena belum benar-benar sadar. “Shahira tadi jam 2 bangun, aku udah ganti popoknya, udah aku kasih s**u juga tapi tetep nggak mau tidur. Yah, akhirnya aku ajak baca kerja dia,” jawab Shaka, suara itu penuh kelembutan dengan senyum manis di bibir. “Astagfirullah! Jadi Mas dari jam 2 belum tidur?” Rania terjingkat begitu kaget, pandangannya kemudian tertuju pada box bayi dimana putri kecilnya terlelap. “Ya Allah, Mas. Aku udah 2 Minggu ini ngerepotin Ma
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


