Keheningan panjang terjadi antara mereka. Sementara Gavin menggenggam tangan Embun dengan erat, wanita itu masih saja menatap ke sembarang arah dengan kosong. Cahaya matanya terlihat redup. Gavin bisa merasakan telapak tangannya kini dipenuhi dengan keringat yang keluar dari telapak tangan Embun. “Aku gak pernah bohong soal Freya. Aku juga cukup kaget ngeliat dia tadi. Beneran Mbun, udah bertahun-tahun berlalu dan Freya gak pernah lagi kayak gitu. Mungkin dia cuma shock aja. Kamu inget malam itu? Malam pertama kali kamu ketemu dia lagi? Dia gak kayak tadi kok. Aku berani bersumpah kalau dia udah hidup bahagia. Gak pernah kena serangan panik lagi.” “Tapi kamu lihat kan tadi? Ini semua gara-gara aku kan?! Iya kan?!” Embun menghentakkan tangan Gavin dan berusaha bangun dan ingin melangkah m

