DUA PULUH SEMBILAN: TRAUMA

1268 Kata

Embun memakan sarapan di bar stool dapur apartemen itu ditemani dengan Gavin yang masih setia menunggu Embun untuk berbicara sesuatu. Ia pikir Embun yang menangis lalu terdiam adalah reaksi dari permintaan pernikahannya kemarin, tapi sepertinya bukan hal sederhana seperti itu yang menghampiri wanita itu. Sepertinya ini lebih rumit dari yang ia bayangkan. Ia benar-benar tidak bisa berpikir apa yang ada dipikirkan Embun. Ia menggaruk sudut alisnya yang tidak gatal. Tiba-tiba suara pintu apartemen terbuka membuyarkan lamunan mereka berdua. Terdengar derapan kaki yang mendekat. Baik Embun dan Gavin menanti siapa yang akan muncul di ujung lorong pintu masuknya. “Kaak!!” suara Freya terdengar dari sudut lorong pintu masuk. Deg! Embun membeku, jantungnya terasa ingin melompat. Seperti lupa be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN