Axel menunggu dengan gelisah sejak ia baru saja tiba. Pria itu memilih duduk di meja yang tak jauh dari arah kasir. Itu ia lakukan agar bisa memantau wanita yang tengah ia tunggu-tunggu sejak tadi. Namun hingga menjelang siang hari, Eva tak kunjung keluar dari balik pintu pembatas khusus karyawan dan pelanggan toko. Dengan langkah lesu, Axel berjalan menghampiri meja kasir. Entah sudah ke berapa kalinya, Axel menanyakan keberadaan Eva yang tak kunjung terlihat. Meski harus menebalkan wajahnya, Axel tak peduli dengan jawaban ketus dari pegawai toko tersebut. Yang ia butuhkan adalah informasi mengenai keberadaan Eva serta putranya saat ini. "Saya mohon mbak...saya hanya ingin bertemu dengan anak saya. Tolong jangan mempersulit keadaan, mbak hanya perlu mengatakan di mana Eva saat ini berad

