Di sinilah Bram berdiri, di depan sebuah gedung perusahaan yang cukup besar dan menjulang gagah di hadapannya. Kira-kira ada 12 lantai dan cukup tinggi sepanjang mata memandang. Kedut kedua sudut bibir Bram tertarik sempurna. Pria paruh baya itu bahkan dengan berat hati menitipkan sang cucu pada tetangga sebelah rumahnya. Karena baru hari pertama, Bram ingin meminta ijin terlebih dahulu sebelum ia membawa sang cucu ikut bekerja. "Permisi pak, saya Bramantyo. Saya ada janji temu dengan pak Wahyu, apa beliau sudah tiba di kantor?" tanya Bram menyapa ramah satpam yang tengah berjaga di pos depan. "Sudah pak." Sahut pria 30an itu tak kalah ramah. "Pak Bramantyo Permadi, bukan?" satpam tersebut bertanya kembali, ia hanya ingin memastikan agar tak salah mengenali orang yang di maksud oleh ata

