Mark Muktar, pria blesteran itu terus menatap Dirgo yang bergumam tak jelas di hadapannya. Ia tau lidah pria muda itu kelu, karena efek obat yang ia racikan ke dalam minuman Dirgo. "Hmmmm...mmmmm..." begitulah kira-kira gumaman yang keluar dari mulut Dirgo. Pria itu berusaha menyampaikan sesuatu namun tak dapat menggerakkan lidahnya sama sekali. "Aku tak mengerti apa yang hendak kamu sampaikan Dirgo. Tapi kamu bisa untuk mendengarkanku saja. Aku punya sebuah cerita dongeng singkat, tentang bagaimana seorang pria tua harus rela mengorbankan salah satu dari cucu kesayangannya, demi keselamatan dua nyawa lainnya. Apa kamu tau bagaimana kehidupan pria tua itu Dirgo? pria tua itu harus hidup dengan menekan rasa sesak di da da nya setiap saat, kala melihat penderitaan cucu perempuannya. Ia bis

