Bab 26

1639 Kata

Bik Siti duduk sembari mengusap permukaan kasur busa yang selama belasan tahun ini, telah menemaninya dengan setia. Memberikan kehangatan di tengah rasa dingin yang kerap kali menerpa tubuh rentanya. Pergilah bik, hiduplah dengan baik bersama Enda juga Sahira. Aku yakin kehidupan bibik akan lebih baik bersama mereka. Jika Tuhan berkenan, suatu saat nanti, sebelum waktuku di panggil pulang. Pria bodoh ini ingin meminta maaf pada mereka semua. Maaf jika selama bekerja di sini, banyak hal buruk yang Bela lakukan pada bibik. Bik Siti masih terus terngiang oleh kalimat sang tuan di lantai atas tadi sore. Ini adalah malam terakhirnya di rumah itu, karena besok ia akan berganti majikan baru walau bukan lagi sebagai seorang ART. Drrrtt drrrtt drrrtt Bik Siti merogoh ponsel jadulnya dari balik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN