Mark menatap tanpa ekspresi ke arah seorang pria yang nyaris saja membuatnya kehilangan seorang pewaris. Semalaman suntuk pria tersebut harus menanggung kesakitan akibat siksaan anak buah Mark. Kemurkaan pria tua itu nampaknya berada di puncak. Itu terlihat jelas dari bagaimana seorang Mark yang meski kejam namun memiliki welas asih. Tapi tidak dengan semalam, pria tua itu telah kehilangan sisi kemanusiaan dalam dirinya. Siksaan bertubi-tubi telah di dapat oleh pria malang tersebut. Bungkamnya pria itu, rupanya mematik api angkara di hati Mark. Tanpa ampun, Mark memerintahkan anak buahnya untuk memberikan penyiksaan yang tak akan pernah pria tersebut lupakan. "Ini kesempatan terakhir untukmu.. katakan di mana wanita itu berada maka kamu akan aku beri pengampunan. Berikut keluargamu.." k

