Bab 17

1823 Kata

Tak terasa, satu bulan sudah Eva berada di ibu kota. Wanita itu akhirnya memutuskan untuk memboyong sang anak pindah ke Jakarta, dan kini keduanya tinggal di lantai dua ruko yang di beli oleh Mahendra. "Buk?" Alva terlihat takut-takut, Eva tau ada yang tengah sang anak sembunyikan darinya selama dua minggu ini. Namun ia sengaja tak mendesak Alva untuk mengatakannya, sebelum sang anak yang mengatakannya sendiri. "Ya, ada apa? katakan saja kenapa seperti orang sedang takut ketahuan mencuri saja hmmm?" ucap Eva lembut. Wanita itu menoleh sejenak lalu kembali fokus pada adonan kue yang tengah ia buat. "Kalau misal Alva melakukan kesalahan, kira-kira ibuk bakal marah tidak?" ujar Alva dengan suara kecil namun masih mampu Eva dengar dengan jelas. Eva menatap Rumi karyawan tokonya yang juga t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN