Sungguh mata Ryle tak bisa berkedip melihat pemandangan Mansion yang besar seperti istana itu, karena rumahnya tak berukuran sebesar itu. Jam dinding besar di depan dinding dengan lukisan keluarga yang sangat-sangat besar terpajang jelas saat ia membuka pintu. "Rumah ini besar sekali." Ryle memandangi lampu besar yang menggantung di atas kepalanya. "Tentu saja, ini adalah rumahku." Piero menurunkan Claretha agar bisa bermain dengan Ryle. "Dengar Ryle kau akan aku sekolahkan tapi kau harus menjaga putriku yang cantik ini dengan baik ya." ujar Piero ditunjukkan pada Ryle. "Oh ya panggil saja aku Paman." imbuh Piero menyentuh hidung nya. "Baik Paman, terimakasih Paman." "Ternyata mereka bukan orang jahat." batin Ryle yang menyesal sudah salah menduga. "Ryle apakah aku cantik." tanya C
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


