Kakinya melangkah pelan menaiki anak tangga kecil, hatinya merasakan desiran sesuatu yang luar biasa "apakah benar ini rumah mu Clo" tangannya mulai memegang gagang kayu pintu. Ia menarik nafas sedalam mungkin "Clo " ucapnya pelan . Mengetok pintu itu beberapa kali "Clo" Tak ada jawaban sama sekali , Piero mendorong pintu kayu itu "tak terkunci " Piero melihat ruang tamu kayu yang begitu tertata rapi, namun bukan itu yang ingin ia lihat , ia hanya ingin melihat Cloris "Clo " ia sama sekali tak menemukan sosok Cloris . Ia terus berjalan hingga mendengar suara rintihan kecil wanita dari arah pintu kamar "aahh .. siapa itu " suaranya begitu kecil seperti kesakitan. Dengan cepat Piero menoleh ke arah pintu kamar , tanganya membuka pintu itu . Ia bahkan tak bisa berkedip sesaat ketika mel

