"maaf Ero, kau terlalu terburu-buru," Cloris bangkit dari posisinya. Piero tak menjawab, ia hanya diam saja bahkan dia membantu Cloris berdiri. "Kau ini merepotkan saja," Ero membisikka dan menyentuh p****t Cloris. ****** Keesokan pagi hari. Cloris membuka matanya, dia sudah berada di ranjang berukuran king size yang empuk dan nyaman, sorot mata Cloris tak mendapati Piero di samping, itu berarti kemarin Piero tidak menyetetubuhinya. Cloris berjalan ke arah dapur membuatkan makanan untuk perutnya, "buatkan juga untukku," tiba-tiba suara Piero dari belakang. Piero langsung duduk di meja kursi makan, "apakah aku harus membuatkanya untukmu?" sahut Cloris. Piero terus memandang lekuk tubuh Cloris, "Ehm..kemarilah sebentar dan bawakan mayonaise," perintah Piero. Cloris menuruti, ia mul

