Hardi sedang dalam perjalanan pulang dari kantornya bersama Pak Amir yang setia menemaninya menembus kemacetan Jakarta setiap hari dan ke mana pun saat Hardi ada keperluan di luar kantor. Tadi siang, Hardi mendapat telepon dari Kakaknya yang tinggal di Surabaya dan memintanya untuk pulang karena sudah lama sekali Hardi tidak pulang semenjak Ibunya meninggal dunia beberapa tahun yang lalu. Ia kini sedang berpikir bagaimana caranya membujuk Aliya untuk mau ikut ke Surabaya karena menurutnya Aliya sama sekali tidak tertarik jika membahas hal apapun itu yang berasal dari keluarga Hardi. Di telepon tadi, Hardi tidak mengiyakan ataupun menolak permintaan itu. Ia hanya bilang akan berdiskusi dulu dengan Mai sebelum memutuskan untuk berangkat. Mobil sedan berwarna hitam itu masuk ke c

