AIR MATA HARU PERNIKAHAN

1965 Kata

Langit pagi itu terlihat cerah berawan. Ganindra yang awalnya sedikit khawatir mengenai kondisi cuaca saat akan melangsungkan pernikahan di area outdoor. Dia lupa memperhitungkan waktu, bahwa cuaca Indonesia saat itu sedang memasuki musim hujan. Dia tidak ingin hujan itu membuat acaranya menjadi berantakan. Dia tidak mau itu. Berkali-kali Ganindra mematut dirinya di cermin, memastikan penampilannya berkali-kali untuk melaksanakan ijab kabul sebentar lagi. Blangkon pengantin dilepas dan dipasang berkali-kali agar pas di kepalanya. Ini bukan kali pertama dia akan mengucapkan kalimat sakral itu. Anggap saja bahwa dia sudah memiliki 'sedikit pengalaman'. Bahkan dengan wanita yang sama tetapi mengapa dia merasakan debaran seperti ini. Entahlah. Tok...tok "Mas! Ayo berangkat sekarang," teri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN