Mr.Ronald. Dialah yang menunggu kedatangan mereka berenam. Hal itu ia lakukan untuk memastikan tidak ada satupun mahasiswanya yang hilang dalam pengawasannya lagi. Walaupun itu hanya ke toilet. Mr.Ronald menceklis nama-nama mereka di absen yang sedang dipegangnya. ‘’Baiklah, semua sudah naik. Silakan masuk anak-anak.’’ ‘’Tapi Mr.Ronald …’’ Salah satu teman Ambar yang bernama Dalton baru saja hendak protes, namun dengan cepat Mr.Ronald menghentikan kalimatnya. ‘’Sudah, tidak apa-apa. Dia sudah menghubungiku.’’ Di ujung lorong terdapat enam orang pria mengenakan jas hitam yang sedang berdiri seraya memperhatikan mereka. Mahasiswa kloter terakhir dapat melihat orang-orang yang berdiri di ujung lorong, namun mereka tidak dapat melihat dengan jelas lantaran posisi mereka membelakangi ca

