LUCK

1550 Kata

Merasa tidak mendapat dukungan dari Orang Tuanya, Ratva keluar dengan langkah gontai. Kalimat yang dilontarkan oleh ibunya masih terngiang-ngiang jelas di telinganya. Wajah datar tanpa ekspresi itu perlahan-lahan mulai menuruni tangga. Orang-orang penting dalam hidupnya seakan menjauh dengan mudahnya. Batinnya berkecamuk. Adiknya pergi dari rumah, hubungannya menggantung dengan Rana, dan orang tuanya tidak menyetujui keputusannya. Karena nila setitik, rusak milk sebelanga. Saat ia menuruni anak tangga terakhir. Maniknya teralih ke seseorang yang dari tadi sudah menunggunya di bawah sana. Deroit. ‘’Siapkan mobil. Kita pergi ke Golf Club Hill.’’ Ujarnya datar. Deroit menganggukkan kepalanya pelan. Ia bergegas menjalankan perintah dari Tuannya. Rena dan Nata yang mengintip-ngintip dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN