Jangan-jangan saat ini mereka berada di hotel yang sama? ‘’Aku sangat ingin jalan-jalan keluar. Tapi apakah aku akan bertemu dengan pria-pria jahat itu lagi? Kalau hanya membahayakan diriku saja, sebaiknya aku di kamar saja.’’ keluhnya. Ambar tidak memberitahukan hal yang menimpanya. Baik itu kepada Orang Tua, Kakak maupun pelayan pribadinya. Karena ia tidak ingin membuat orang-orang yang perduli padanya mengkhawatirkannya. ‘’Agzek, pergilah ke lobi. Apa ada tamu dengan nama …’’ Valgar menghentikan kalimatnya dan memegang kepalanya. ‘’Kenapa Tuan?’’ Tanya Agzek penasaran karena melihat ekspresi wajah Tuannya seperti orang kebingungan. Ia menatap Agzek dengan raut wajah yang menggambarkan bahwa ia tengah berpikir keras. ‘’Aku tidak tau siapa namanya,’’ keluhnya. Valgar menutupi wajahn

