Di salah satu vip room yang memiliki pemandangan langsung ke jalan raya, terdapat seorang pria dengan jaket kulit berwarna hitam tengah memandikan sepuluh orang gadis yang mengerubunginya dengan uang. Sedangkan lima orang gadis lagi dengan ekpresi genit dan menggoda tengah menari-nari di hadapannya. Suasana ramai dan meriahpun mewarnai ruangan dengan pencahayaan yang kurang baik itu. Suara musik yang berderak kencang membuat salah satu dari dua anak buahnya yang berjaga di depan pintu harus berteriak jika berbicara dengannya. ‘’Tuan Dean. Tamu kita sudah datang.’’ Teriak salah satu anak buahnya. Ruangan yang tadinya begitu gelap dan berisik seketika hening dan terang kala Dean memberi perintah untuk segera mematikan musik dan menghidupkan penerangan. Gadis-gadis yang tadi berkerumun

