Waktu ujian telah selesai. Bagai air bah yang menggenangi koridor, seluruh mahasiswa bertaburan keluar dari ruangan penuh tekanan. Namun Ambar lebih memilih untuk tetap bertahan sebentar sampai semua orang pergi hingga menyisakannya seorang diri. Seperti yang selama ini biasa ia lakukan. Sambil menunggu, ia menyempatkan diri untuk memakan coklat yang selalu ia letakkan di tasnya. Tapi sayangnya kegiatan itu terganggu kala teman-teman wanitanya sudah berjejer rapi di hadapannya. ‘’Apakah kau masih marah?’’ tanya Miranda. ‘’Kami mabuk.’’ Tambah Alessandra. Manik coklatnya menyorot tajam gadis-gadis yang tengah berdiri di depannya. Tidak perlu dijelaskanpun aku sudah tau. ‘’Ayolah Ambar. Aku dan yang lain merasa sangat bersalah karena telah melanggar peraturan yang telah kami tetap

