My Second Life || 16

1747 Kata

Kenan memeluk tubuhku lembut. Sesekali bibirnya mengecupi leher jenjangku dan membuat kiss mark. Sementara aku tetap terfokus pada layar ponsel. Sibuk chattingan dengan kedua sahabatku. "Mau makan apa malam ini? Biar aku suruh para maid membuatkannya." "Terserah." "Oh ayolah, Bi. Sampai kapan kamu akan mengabaikanku?" Rajuknya. Aku berusaha menahan senyum mendengar perkataannya. Lantas ku letakkan ponselku dan beralih memeluk lehernya seraya menatapnya gemas. "Iya deh, iya. Aku tidak akan mengabaikanmu lagi, suami manjaku." Mencubit pipinya berulang kali tapi dia langsung menahan tanganku. "Jangan mencubit pipiku. Sakit, Bi." Ucapnya masih merajuk. Aku tak bisa lagi menahan rasa gemasku dan berakhir mengecup bibirnya sekilas. Kenan terlihat terkejut untuk sesaat namun setelah itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN