Stev dengan keras berbicara kepada Allard melalui panggilan telepon, ekspresi kekhawatiran dan kemarahan tergambar di wajahnya.
"Allard, apa yang ada dalam pikiranmu? Kau benar-benar berpikir untuk memberi tahu John tentang perasaanmu terhadap Nora? Itu adalah ide yang sangat bodoh dan berbahaya!" teriak Stev begitu marah.
"Stev, aku tidak tahan lagi. Aku mencintai Nora begitu dalam, aku tidak bisa terus menyimpan perasaan ini,” ucap Allard semakin bingung.
"Kau tidak bisa hanya berpikir tentang dirimu sendiri dalam hal ini, Allard. Ini akan membahayakanmu dan Nora. Kita semua tahu apa yang bisa dilakukan ayahmu jika dia tahu. Kau harus menahan semuanya, dan jika kau tidak bisa melakukannya, kau harus mencari cara untuk melupakan perasaan ini."
Allard merasa frustrasi dan kesal. Dia ingin sesuatu yang lebih dari hubungannya dengan Nora, dan dia merasa seolah-olah Stev tidak mengerti perasaannya.
"Apa yang kau ingin aku lakukan, Stev? Mencari wanita lain? Tidak ada yang bisa menggantikan Nora bagiku,” tolak Allard pelan.
"Aku tidak mengatakan itu. Tapi kau harus menemukan cara untuk mengendalikan dirimu sendiri. Jangan mencampuri kehidupan rumah tangga Nora. Itu adalah batas yang tidak boleh kau lewati." Stev memperingati Allard agar berhati-hati.
Allard merenung sejenak, ia lalu menutup panggilan teleponnya. Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun setelahnya.
Stev tahu bahwa Allard mungkin tetap akan terlibat dalam hubungannya yang rumit dengan Nora, tetapi dia telah mencoba memberikan nasihat terbaiknya.
Keputusan akhir akan selalu ada di tangan Allard, dan dia harus menghadapinya dengan konsekuensi yang mungkin terjadi.
“Oh, s**t! Kepalaku semakin pusing mendengar omelan Stev. Rupanya, mencari saran darinya tidak membuahkan apa pun!” ucapnya semakin frustasi.
Allard benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri karena perasaannya yang semakin tidak terkendali untuk ibu tirinya itu.
**
Di apartemen John dan Nora.
John merasa perlu untuk menebus kesalahan kemarin. Dia merasa bersalah karena telah meninggalkan Nora dan lebih memilih pertemuan dengan kliennya daripada menghabiskan waktu bersamanya di Italia.
Hari ini, dia bersemangat mengajak Nora berkeliling Italia, mencoba menghadirkan momen yang menyenangkan bagi istrinya.
"Sayang, apa kamu ingin berjalan-jalan bersamaku hari ini? Aku ingin membuatmu bahagia dan menghabiskan waktu bersamamu,” kata John dengan senyum manis terbit di bibir lelaki itu.
Nora mengangguk sedikit gugup. "Tentu, John. Itu akan bagus. Kemarin aku lupa, ke mana saja aku pergi. Karena terlalu banyak tempat yang aku kunjungi kemarin.”
Padahal, hanya setengah hari saja dia pergi jalan-jalan. Selebihnya, pergi bersama Allard dan menikmati senggama dengan anak tirinya itu.
Namun, kemudian Nora merasa tidak nyaman, bukan karena dia tidak ingin berada bersama suaminya, tetapi karena dia khawatir akan bertemu dengan Allard.
Dia tahu bahwa kehadiran Allard di Italia adalah rahasia yang harus dijaga, dan dia tidak ingin John mengetahuinya.
Saat mereka berjalan-jalan di jalanan yang indah, Nora mengirim pesan rahasia kepada Allard.
Nora: {Allard, aku sedang berjalan-jalan dengan John. Tolong, pastikan kau tidak muncul di tempat manapun yang kami kunjungi. Aku tidak ingin ada masalah.}
Allard membaca pesan dari Nora dengan hati yang berdebar. Dia juga tidak ingin menciptakan masalah bagi Nora.
Dia merasa tertekan oleh situasi yang rumit ini, tetapi dia tahu bahwa dia harus menuruti permintaan Nora.
Allard: {Ya. Selamat bersenang-senang dengan Daddy, Nora. Malam ini aku akan pulang. Hapus pesan ini, jangan sampai Daddy tahu. Aku akan menunggumu di rumah.}
Nora sedikit terkejut kala melihat pesan dari Allard jika lelaki itu akan kembali ke Texas malam ini juga.
“Nora? Ada apa dengan wajahmu? Mengapa rupamu seperti terkejut begitu?” tanya John mencurigai raut wajah Nora.
Perempuan itu langsung menggeleng cepat. “Tidak ada, John. Hanya terkejut saja dapat pesan dari seorang penipu jika aku akan mendapatkan satu mobil mewah.”
John terkekeh pelan. “Mobil mewah? Jangan percaya itu, istriku. Kau tidak perlu berharap darinya. Aku akan membelikanmu secara langsung. Setelah pulang dari tempat ini, kita ke showroom dan belilah sesuai keinginanmu.”
Nora sedikit canggung. Namun, akhirnya ia menerbitkan senyum kepada sang suami dan mengangguk.
“Terima kasih, John. Kau memang sangat baik padaku.”
“Sama-sama, istriku. Tinggal kau minta saja, apa pun yang kau inginkan, maka akan kupenuhi.”
Nora kembali mengulas senyumnya. Ada rasa tidak nyaman dalam dirinya kala melihat kebaikan yang John berikan padanya.
‘Sampai kapan aku akan menyembunyikan rahasia gila ini? Oh, s**t! Aku tidak bisa berpikir jernih. Pikiranku terus melayang pada Allard.”
Nora menggigit bibir bawahnya memikirkan pesan yang dikirim Allard tadi. Memberi tahu jika lelaki itu tidak bisa berlama-lama tinggal di sana.
Sesampainya di tempat tujuan.
Mereka berdua berjalan-jalan di tengah pemandangan yang indah, tetapi di balik senyuman Nora, ada kekhawatiran yang mendalam. Meski Allard memberi tahu dirinya akan pergi malam ini juga, tetap saja membuatnya cemas.
Ia tak ingin John mencurigai anaknya sendiri jika hal itu terjadi.
**
Sore hari tiba, dan John mengajak Nora untuk makan di sebuah restoran mewah yang terkenal di kota tersebut.
Mereka duduk di meja yang nyaman, dan suasana restoran yang romantis membuat mereka merasa akrab satu sama lain.
“"Sayang. Ini adalah tempat makan yang sangat terkenal di kota ini. Kau pasti akan menyukai semua makanan yang ada di sini,” kata John penuh percaya diri.
“Oh, ya? Kau sangat tahu sekali mengenai hal itu.”
John tampak gugup. Namun, dengan cepat ia menyembunyikan hal itu dan digantikan dengan senyum di bibirnya.
“Aku sering makan di sini dengan teman kerjaku, Sayang.”
Nora manggut-manggut dengan pelan. “Begitu rupanya. Aku juga senang, John. Ini memang tempat yang indah."
Mereka memesan hidangan yang lezat dan mulai menikmati makan malam mereka. Namun, ada pertanyaan yang mengganjal di pikiran Nora, sesuatu yang ingin dia tanyakan kepada John.
"John, apakah Allard dekat dengan ibunya, Melany?" tanya Nora ingin tahu.
“Tapi, maaf, jika pertanyaanku sedikit menyinggung masa lalumu itu, John.”
John terkejut mendengar pertanyaan itu, dan ekspresinya sedikit berubah. Dia merenung sejenak sebelum menjawab.
“Tidak, sayang, mereka tidak dekat. Bahkan bisa dibilang mereka bermusuhan sejak aku dan Melany bercerai." John berucap dengan nada cukup serius.
Nora memperhatikan bahwa John terlihat sedikit tertekan saat menjawab pertanyaannya. Dia mencoba mengejar lebih lanjut.
"Apakah semuanya baik-baik saja, John? Aku hanya ingin tahu." Nora bertanya penuh kelembutan.
"Ya, semuanya baik-baik saja. Tidak perlu khawatir." John mengulas senyum fake kepada sang istri.
Meskipun John berusaha menjawab dengan tenang, Nora merasa ada sesuatu yang lebih dalam yang tidak diungkapkan oleh suaminya.
Namun, dia memilih untuk tidak meneruskan pertanyaannya lebih jauh, karena dia tidak ingin membuka luka lama yang mungkin terkait dengan hubungan antara John, Melany, dan Allard.
Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan suasana yang lebih ringan, tetapi Nora tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh John tentang masa lalunya.