Bonus Chapter: Kemarahan Morgan

1090 Kata

Begitu menerima pesan dari Devon, Morgan langsung meluncur menuju salah satu pusat hiburan malam. Jalanan malam ramai oleh suara klakson dan lampu-lampu baik yang berasal dari kendaraan maupun gedung membuat malam terasa gemerlap seperti lautan bintang di angkasa. Suasana hati Morgan sedari awal memang tidak bagus. Terlebih setiap kali dia mengingat peristiwa yang menimpa Adel, maka darah pun langsung mendidih. Morgan memang tidak banyak bicara, sekalinya melakukan percakapan ia lebih suka fokus ke bisnis atau, pada kasus tertentu, bicara dari hati ke hati dengan seseorang. Begitu memasuki pusat hiburan suara musik berpadu dengan asap rokok dan bau parfum pun menerjang indra penciuman. Tidak butuh waktu lama bagi Morgan menemukan keberadaan Devon. Lelaki itu sedang menghabiskan minuman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN