Jantung berdetak kencang, memompa darah ke sepenjuru tubuh, dan membuatku tersengal oleh dorongan adrenalin. Setiap kali aku berusaha melonggarkan ikatan, maka kedua pergelangan tangan makin sakit akibat tekanan dari ikatan. Berusaha keras melepaskan diri sementara penculikku memilih mengabaikanku dan fokus melakukan panggilan dengan Tuan Besar. Jalanan makin sepi. Tidak lagi terdengar deru mesin mobil maupun kendaraan lain. Begitu aku berhenti meronta dan memutuskan mengamati jalanan yang sama sekali tidak familier, makin parahlah kepanikan dalam diriku. Air mata makin menjadi, membuatku kesulitan memfokuskan pandangan. Di sepanjang jalan hanya terdiri dari pepohonan, beberapa bangunan terabaikan, dan pom bensin. Matahari telah bersembunyi dan membiarkan kegelapan mengambil alih. Penera

