Kesadaran secara bertahap merengkuhku. Pada mulanya aku tidak bisa membuka mata. Indra pendengaranlah yang pertama bekerja. Samar-samar aku bisa mendengar percakapan. “Dia berani menculik Adel!” seseorang meraung. Dari suara dan nada bicara aku bisa menebak bahwa orang tersebut adalah Jamie. “Apa jadinya bila Morgan nggak bergerak cepat? Aku nggak sanggup membayangkan hal buruk menimpa Adel. Ayah nggak boleh lemah. Ayah wajib mengasuskan perbuatan Falcon.” “Pelan-pelan, Jamie,” Dalton memperingatkan. “Adikmu sedang tidur. Kamu nggak lihat luka di pergelangan tangannya? Sudah pasti penculiknya menggunakan tali berbahan kasar hingga bisa membenam ke daging dan meninggalkan luka.” “Si penculik akan merasakan pembalasanku!” Perlahan-lahan aku mampu membuka mata. Cahaya terang terasa membu

