Seharusnya aku menolak kebaikan Flora dengan alasan; bisa pesan taksi, sewa ojek, atau bahkan pura-pura memiliki kekuatan terbang seperti Superman dan Buttercup. Namun, begitu melihat senyuman Flora, otakku langsung eror dan cuma bisa jawab; “Ya, iya. Oke!” Bahkan kalaupun Flora menyuruh seseorang makan sembari mengatakan cabai itu tidak pedas, sudah pasti orang tersebut akan tancap gas melaksanakan. Pesona tokoh utama memang bukan main dampaknya. Tahu begini aku akan pasang penangkal terlebih dahulu sebelum bertemu Flora. Akan tetapi, mengesampingkan Flora, kembarannya sedari tadi fokus mengemudi. Bahkan sepanjang perjalanan dia tidak menyalakan radio maupun mendengarkan lagu apa pun. Hambar. Apa dia tidak keberatan aku menyanyikan satu dua lagu? Dangdut? Koplo? Barangkali suasana bek

