Aku berkunjung ke butik Jasmine. Sekadar melepas kangen sekaligus menyerahkan buah tangan kepada sahabatku. Bisa saja sih aku memanfaatkan jasa pengiriman, tetapi rasanya beda. Bukan hanya Jasmine saja, melainkan Mia dan Jane pun sepakat menemuiku di butik. Begitu berkumpul bukannya menuntut hadiah, mereka justru ramai-ramai memberondong diriku dengan pertanyaan. “Kapan kamu jadian dengan Morgan?” “Jadi, kemarin itu bukan sekadar liburan biasa?” “Kak Jamie kok mau foto bareng Morgan?” “Apa kalian langsung mau ke jenjang pernikahan alias nggak butuh acara tunangan?” “Gila! Adel udah besar!” Kami duduk melingkari meja bundar yang terbuat dari kaca. Jasmine sengaja menghidangkan egg tart, chiffon cake, dan es teh lemon. Usai menerima bingkisan dariku, sekarang mereka sibuk mengemil sem

