Aku belum mengabarkan rencana mengenai pindah sekolah kepada Jasmine. Belum. Setidaknya aku ingin menghabiskan sisa semester ini bersama teman-temanku. Yah, teman Adel, bukan temanku. Namun, berhubung secara resmi aku menempati raga Adel dan tidak ada tanda-tanda akan pindah, maka aku menganggap mereka sebagai teman-temanku. Pengalamanku dalam berteman tidak sebaik di dunia Adel. Di dunia asalku aku tidak memiliki satu orang pun sahabat. Sekadar teman kenal, tahu nama dan asal, tapi tidak memiliki hubungan lebih. Lagi pula, aku yakin mereka lebih suka tidak berteman denganku. Di dunia asalku perteman dinilai berdasar wajah, status, otak, dan kekayaan. YEIY SELAMAT, aku tidak berwajah cantik, status biasa saja, otak ala kadarnya, kekayaan pun sebatas bisa makan dan mampu membayar pajak ke

