HAPPY READING GUYS:) "Aurel" Panggil Kiano dengan wajah yang senang karena mengira bahwa Aurel masih memiliki perhatian padanya. "Oh maaf kukira tadi tidak ada orang jadi aku kemari tapi ternyata ada, kalau begitu aku akan pergi saja" Ujar Aurel. Sekali lagi wajah senangnya dihancurkan lagi tapi dia berusaha tetap tersenyum. "Tunggu" Ujar Kiano, seketika itu Aurel langsung berhenti dan menoleh. "Apakah kau tidak takut lagi padaku?" Tanya Kiano pada Aurel. "Aku sebenarnya sangat takut padamu, Sebastian bilang padaku, Jessica dan semua orang bahwa kau adalah orang yang tidak normal jadi dia bilang padaku untuk menjauhimu, lalu dia juga mengatakan padaku dan Jessica bahwa kau sudah membunuh banyak sekali teman Sebastian dimasa lalu dan kau juga memaksanya untuk

