Bab 80C

2860 Kata

Akhir-akhir ini kondisi kamar 31 itu sepi, tidak seramai dulu. Setiap hari penghuni kamar itu terlihat murung. Terutama pasien yang kini tubuhnya ada di dalam balutan selimut. Matanya menatap atap ruangan itu dengan tatapan kosong. Tubuhnya ada di sana entah pikirannya melayang ke mana. Jarum jam menunjukkan pukul delapan, tapi pasien bernama Kia itu ingin segera tidur. Malam yang sepi dan penuh luka sudah menjadi santapannya akhir akhir ini, tapi rasanya masih saja menyedihkan. Kia belum terbiasa dengan seluruh luka yang ia rasakan. Belum lagi pikirannya yang masih belum mengingat apapun. Yang ia ingat sekarang adalah cerita dari Bu Lek jika kehidupannya berjalan tidak seperti yang dia inginkan. Ternyata ada fakta yang lebih menyakitkan dibanding ditinggal menikah pujaan hatinya. Yakni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN