Setelah mendapatkan kabar dari Bunda jika Jonathan dan Ningsih ada di rumahnya, Adam pun segera membawa mobilnya menyusuri jalanan Jogja yang sore itu ramai. Dia sedikit gelisah, karena takut terlalu sore melaksanakan sholat ashar. Ya, dia belum sholat. Padahal rencananya tadi dia mau sholat dulu sebelum pulang, tapi ketika dia mendengar kabar dari Bunda, dia berpikir untuk segera pulang dan shalat di rumah. Jujur Adam tengah menerka-nerka apa yang terjadi pada dua sahabatnya itu. Kenapa kata Bunda mereka terlihat sangat sedih? Apa ada sesuatu yang buruk terjadi? Adam tidak tau dan tidak ada dugaannya yang patut dijadikan kemungkinan. Kepalanya kini memang sedang panas, belum lagi memikirkan Ara yang sejak tadi tidak bisa dihubungi. Membuat mobilnya ia kendarai dengan brutal. Untung saj

