Kedua pelupuk mata untuk terbuka tapi dipenjamkan lagi untuk menyesuaikan cahaya yang masuk di dalam retina matanya. Setelah terbuka ia mengernyit heran ketika merasakan bau obat-obat serta melihat orang-orang disekitar sini yaitu Bram, Ani, Dea dan Arzan. "Akhirnya lo udah sadar Nad. "ucap Dea penuh syukur. Semuanya menatap dirinya tersenyum senang. Nadya memegang kepalanya yang terasa sangat pusing sekali. Tangan Arzan memencet tombol merah untuk memanggil dokter agar segera ke ruangan Nadya. Seketika Nadya teringat jika dirinya mengalami kecelakaan bersama anaknya dan kedua matanya menatap bingung sekitar ruang ini karena tidak ada Adit. "Nadya kamu cari siapa nak? "tanya Ani bingung. " Anakku mana? Adit mana? ADIT MANA? "Tanya Nadya berulang-ulang meneriaki nama anaknya kepad

