Hari sudah sore Dea tersenyum lega kini dirinya berniat untuk segera pulang dan berangkat kerja lagi untuk menjadi karyawan restoran untungnya berkat ia juga pandai berhitung, Dea dijadikan bekerja bagian kasir dan kini Dea sedang berjalan menuju halte bus. Dea melangkahkan kedua kakinya pelan sesekali dirinya meringis karena tadi saat bekerja kakinya sempat tergelincir. Tin tin Bunyi klason mobil di samping Dea mmebuat Dea menoleh menatap mobil itu. "Itu bukannya mobilnya pak--" "Dea. "sapa Arzan datar tanpa menoleh ke arah Dea. " Eh iya pak. " " Cepat naik!" "Kenapa pak? " " Cepat naik! " Dea mendengus tak suka dipaksa, wanita berambut pendek itu segera berjalan cepat mengabaikan Arzan yang meneriaki namanya. Berjalan sedikit berlari menahan kakinya yang sakit lalu kedua m

